Biaya Kursus Bahasa Mandarin Jakarta Selatan

Keberadaan negeri China atau Tiongkok yang berpenduduk terbesar di dunia dengan kekuatan ekonomi maju menjadikan posisi Bahasa Mandarin menjadi amat penting. Karena itu, para mahasiswa diimbau dapat menguasai lebih dari satu bahasa asing, selain Bahasa Inggris.

"Setidaknya mahasiswa kita sekarang berupaya mampu menguasai dua bahasa asing. Jika dahulu, yang utama Bahasa Inggris, kini dengan perkembangan majunya orang berinteraksi dengan negara China atau Tiongkok, maka penguasaan bahasa asing seperti mandarin menjadi penting," kata Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Intan Ahmad, saat membuka seminar internasional 'Pengajaran Bahasa Mandarin Profesional' se-Asia Tenggara di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Jakarta, Selasa (10/7).

Guru Besar Institut Teknologi Bandung itu mengingatkan para mahasiswa agar rajin belajar serta menguasai bahasa asing. Sebab, di era global penguasaan bahasa menjadi amat penting dan strategis. Dia mengutarakan, secara statistik kini bahasa asing yang paling banyak digunakan ialah Bahasa Mandarin.

Dikatakan, dengan menguasai Bahasa Mandarin dewasa ini, hubungan dengan negara Tiongkok menjadi lebih terbuka dalam merajut kerja sama dan saling pengertian di bidang sosial, budaya, dan ekonomi.

Sementara itu, Rektor UAI, Asep Saifuddin, mengatakan, melaui kegiatan tersebut, UAI akan terus mengembangkan kemampuan pengajaran Bahasa Mandarin di Asia Tenggara.

Baca Juga: Pentingnya Nada dalam Bahasa Mandarin

Menurut Asep, UAI telah mempunyai Program Studi Sastra China pada 2005 yang mana para alumninya tidak saja menguasai Bahasa China juga memberi nilai tambah untuk menjembatani hubungan timbal balik antarkedua negara. Selain itu, UAI juga telah mempunya Pusat Bahasa Mandarin (PBM).

"Saat ini, ada enam PBM di Tanah Air, yang disebut Confusius Institute juga tersebar di berbagai negara, kata Asep.

Adapun enam PBM tersebut berada di UAI Jakarta, Universitas Hasanuddin, Universitas Tanjung Pura, Universitas Maranatha, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Negeri Surabaya.

Pihaknya juga akan membentuk forum rektor enam universitas tersebut, yang bertujuan sebagai wadah saling belajar mengenai pengajaran Bahasa Mandarin. Dia menambahkan UAI telah menjalin kerja sama secara khusus dalam pengembangan PBM bersama Fujian Normal University (FNU).

''Mahasiswa UAI ada yang melanjutkan kuliah Sastra China di Kampus FNU," tukasnya.

Info biaya kursus bahasa mandarin Jakarta Selatan, klik jagomandarin.com