Kursus Bahasa Mandarin Online di Bali Denpasar (hanya 30 menit per hari)

Kinerja performa peningkatan ekonomi Bali pada 2019 diproyeksi akan mengalami percepatan dengan rentang 6-6,4% dengan bidang area usaha pariwisata masih menjadi sumber pertumbuhan utama. Pengerjaan beberapa proyek besar konstruksi dan infrastruktur berupa pembangunan kawasan perkantoran, hotel, shortcut jalan serta bendungan. Ada juga berlanjutnya pengerjaan Benoa Tourism Port dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Bali.

Seiring dengan itu, dampak lanjutan IMF-WB AM 2018 serta pengembangan pasar alternatif untuk ekspor barang ke luar negri, diharapkan juga menjadi salah satu faktor pendorong kinerja ekonomi di Bali 2019. Selain itu, adanya investor besar dari negara luar terutama negara China ambil peran besar dalam pertumbuhan ekonomi di Bali.

Sudahkah kita siap menghadapi era nya China?
Sudahkah kita menguasai bahasa Mandarin dari sekarang?
Jangan tunggu lagi, segera daftar kelas online bahasa Mandarin,

klik > Kursus Mandarin Bali

Kursus Bahasa Mandarin Online di Bandung (hanya 30 menit per hari)

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Erik M Ataurik mengklaim kondisi perekonomian kota Bandung cukup stabil tahun ini. Ini terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi (LPE) sebesar 7,21 persen dengan inflasi bulanan pada Agustus 2018 sekitar -0,02 persen dan inflasi setahun dari Agustus 2017 ke Agustus 2018 sebesar 3,26 persen.

Pak Erik juga menyebut, adanya sejumlah tantangan dalam mengendalikan inflasi yakni faktor yang berkaitan dengan regulasi pemerintah seperti kenaikan BBM, biaya administrasi STNK serta HET beras. Sementara faktor utama yang berkaitan dengan kebutuhan warga cenderung mengutamakan seperti sewa kontrakan, cukai rokok, bahan sandang dan rekreasi.

Sementara mengenai daya beli warga, Erik mengatakan harga dolar tidak berpengaruh besar. Kita lihat mal-mal masih aja penuh terus. Selain itu, juga didukung oleh investasi besar dari negara-negara luar, terutama negara China. Coba liat sekeliling kita, mayoritas produk yang kita pakai sehari-hari pasti 98 persennya terbuat atau dirakit dari China.

Lalu, apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk menguasai bahasa Mandarin supaya bisa lancar berkomunikasi dengan orang China asli buat kedepannya? Segera daftarkan dirimu ke kelas online Jago Mandarin,

klik > Kursus Mandarin Bandung.

Kursus Bahasa Mandarin Online di Medan (hanya 30 menit per hari)

Perekonomian Sumatra Utara (Sumut) kota Medan pada triwulan I-2019 tumbuh 5,30 persen. Pencapaian tersebut termasuk meningkat jika dicompare dengan triwulan I-2018 yang sebesar 4,73 persen. Data angka pertumbuhan ekonomi kota Medan pada triwulan I-2019 tercatat di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang sudah mencapai 5,07 persen.

Peningkatan ekonomi Sumut Medan didukung hampir semua lapangan usaha atau bisnis. Selain informasi serta komunikasi, lapangan usaha penyediaan akomodasi makanan dan minuman tumbuh 8,73 persen serta administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 8,37 persen, ujar Syech Suhaimi, Kepala Badan Pusat Statistik Sumut. Terlepas dari semua ini, dengan banyaknya kehadiran investor besar asing terutama dari negara China, ini mengingatkan kita semua untuk sadar akan pentingnya bahasa Mandarin di zaman sekarang ini. Apakah Anda sudah menguasainya?

Segera daftar kelas Mandarin online pertama Anda sebagai netizen kota Medan,

klik Kursus Mandarin Medan.

Kursus Bahasa Mandarin Online di Surabaya (hanya 30 menit per hari)

Walikota Surabaya, Risma mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kota Surabaya cukup tinggi jika dibanding dengan daerah lain di Indonesia dalam kongres "United Cities Local Government Asia Pasifik yang digelar di Surabaya 13-15 September tahun lalu 2018.

Walikota Risma mengatakan bahwa sekarang kemampuan beli masyarakat yang rendah di Surabaya berada di kisaran 43 persen, menengah atau sedang berada di kisaran angka 42 persen serta sisanya termasuk ke dalam golongan daya beli yang tinggi.

Akan tetapi, saat tahun 2016 dilakukan survei, kemampuan beli masyarakat Surabaya yang rendah tinggal 8 persen, lalu yang menengah turun jadi 41 persen, ujar Risma. Itu artinya, telah terjadi pergerakan ekonomi yang sangat cepat di Surabaya.

Selain itu, Risma juga menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya banyak bekerja sama dengan kota kota di berbagai negara di dunia, salah satunya yang paling besar adalah China. Lalu, apakah Anda telah mempersiapkan diri untuk menguasai bahasa Mandarin (bahasa Cina) yang sedang populer dan sangat dibutuhkan zaman sekarang ini? Mari kita lihat produk-produk di sekeliling kita yang kita pakai setiap hari, 98 persennya pasti terbuat atau dirakit di Cina, coba buktikan sendiri sekarang.

Segera mulai belajar bahasa Mandarin dasar, segera daftar kelas online pertamamu sebagai penduduk Surabaya,

klik > Kursus Mandarin Surabaya.

Kursus Mandarin untuk Bisnis (Owner / Karyawan)

Kenapa sudah saatnya Anda mempertimbangkan belajar bahasa Mandarin untuk masa depan bisnis / karir Anda?

Mungkin Anda adalah seorang pemilik atau CEO dari perusahaan besar internasional atau mungkin Anda adalah seorang karyawan profesional yang sering berkomunikasi dengan customer orang China asli, atau bergerak di industri yang sedang intensif melakukan bisnis dengan orang China asli sana, maka menguasai bahasa Mandarin serta budayanya adalah investasi yang paling berharga dari segi usaha, materi serta waktu. Segera tingkatkan skill berbahasa Mandarin Anda lebih daripada sekedar: ni hao atau xie xie.

Mulai dari langkah kecil dengan mencoba selalu berkomunikasi atau berbincang-bincang dengan partner, supplier, vendor China bisnis Anda dengan menggunakan bahasa mereka yaitu bahasa Mandarin (bahasa Cina). Walaupun percakapan tersebut dalam bahasa Mandarinnya itu singkat & pendek saja, namun percayalah, ini pasti akan mempererat hubungan bisnis Anda dengan orang China asli (native China). Pastinya akan mempermudah proses negosiasi, agreement dan lainnya demi pertumbuhan bisnis / karir Anda.

Ambil tindakan sekarang juga di tahun 2019 ini, segera mulai belajar bahasa Mandarin untuk kebutuhan bisnis Anda,

klik > jagomandarin.com

Pelatihan Bahasa Mandarin untuk Karyawan di Jakarta

Sampai saat ini tidak hanya orang-orang Asia atau orang-orang keturunan Tiongkok saja yang mempelajari Bahasa Mandarin, namun berbagai macam orang-orang dari berbagai macam latar belakang, seperti orang-orang Rusia, Arab, Eropa, Amerika ataupun orang-orang Latin. Kenapa kita harus belajar Bahasa Mandarin? Karena dengan mempelajari bahasa ini, kita bisa dengan mudah menjalin relasi bisnis dan pendidikan dengan China, yang sebagaimana kita tau kalau Negara China adalah negara yang memiliki kemajuan pesat di bidang ekonomi hingga dijuluki Macan Asia.

Info lebih detil mengenai tempat pelatihan bahasa Mandarin untuk karyawan terpopuler dan terbaik di Jakarta, segera kunjungi web kami:

klik > jagomandarin.com

Mandarin In-House Training Jakarta (Corporate Training)

Salah satu alasan utama kenapa karyawan Anda sudah saatnya segera belajar bahasa Mandarin adalah karena bahasa Mandarin adalah bahasa dengan pengguna paling banyak dan sekarang banyak negara yang menggunakannya. Satu hal lagi, liat barang di sekeliling kita, rata-rata pasti Made in China.

Jago Mandarin sebagai tempat pelatihan bahasa Mandarin untuk karyawan terpopuler dan terbaik di Jakarta telah menangani klien dari perusahaan multinasional, organisasi pemerintahan, embassy, sekolah internasional dll.

Lebih detilnya, segera kunjungi website kami:

klik > jagomandarin.com

Mata Kuliah Sastra Cina UI

1. Profil Lulusan Sarjana Sastra Cina UI

Sarjana bidang Ilmu Pengetahuan Budaya yang mampu menganalisis konsep teoritis bidang pengetahuan budaya secara umum dan konsep teoretis khusus bidang studi Cina berdasarkan sumber-sumber primer, mampu berkomunikasi lisan dan tulis dalam bahasa Mandarin baku dan menerjemahkan teks umum berbahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta menerapkannya di berbagai alternatif pemecahan masalah keilmuan dan masyarakat secara bertanggung jawab.

2. Kompetensi Utama

a. Mampu menerapkan bahasa Mandarin baku dalam komunikasi lisan dan tulis;
b. Mampu menerjemahkan teks umum berbahasa Mandarin ke dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar;
c. Mampu mengkaji aspek-aspek budaya dalam masyarakat Cina, mulai era kedinastian hingga sesudahnya;
d. Mampu mengkaji tema-tema tertentu yang berkaitan dengan peristiwa sejarah Cina, mulai era kedinastian hingga era kontemporer.

3. Kompetensi Pendukung

a. Mampu mengemukakan gagasan ilmiah secara lisan dan tertulis dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar;
b. Mampu menerapkan teori dan metode penelitian budaya;
c. Mampu menjelaskan corak dan dinamika kebudayaan Indonesia;
d. Mampu menguraikan ragam filsafat dan pemikiran modern;
e. Mampu memaparkan manusia dan masyarakat Indonesia kekinian dan hubungannya dengan bangsa lain dalam konteks global;
f. Mampu mengidentifikasi aspek-aspek bahasa dan sastra, klasika-klasika Cina, serta ragam aliran dalam pemikiran Cina yang mendasari studi-studi tentang Cina;
g. Mampu mengkaji ragam karya sastra utama dalam kesusastraan Cina kuno dan modern;
h. Mampu mengkaji berbagai gejala bahasa dalam tataran linguistik Sinika;
i. Mampu menganalisis bahasa, sastra, sejarah, dan budaya Cina melalui teks lisan dan tulis dalam bentuk karya ilmiah.

4. Kompetensi Lainnya

a. Mampu memanfaatkan teknologi informasi komunikasi;
b. Mampu berpikir kritis, kreatif, dan inovatif serta memiliki keingintahuan intelektual untuk memecahkan masalah pada tingkat individual dan kelompok;
c. Mampu menggunakan bahasa lisan dan tulisan dalam bahasa indonesia dan bahasa Inggris dengan baik untuk kegiatan akademik maupun non-akademik;
d. Memiliki integritas dan mampu menghargai orang lain;
e. Mampu mengidentifikasi ragam upaya wirausaha yang bercirikan inovasi dan kemandirian yang berlandaskan etika.

Siapkan dirimu dari sekarang, klik jagomandarin.com

Biaya Kursus Bahasa Mandarin Jakarta Selatan

Keberadaan negeri China atau Tiongkok yang berpenduduk terbesar di dunia dengan kekuatan ekonomi maju menjadikan posisi Bahasa Mandarin menjadi amat penting. Karena itu, para mahasiswa diimbau dapat menguasai lebih dari satu bahasa asing, selain Bahasa Inggris.

"Setidaknya mahasiswa kita sekarang berupaya mampu menguasai dua bahasa asing. Jika dahulu, yang utama Bahasa Inggris, kini dengan perkembangan majunya orang berinteraksi dengan negara China atau Tiongkok, maka penguasaan bahasa asing seperti mandarin menjadi penting," kata Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Intan Ahmad, saat membuka seminar internasional 'Pengajaran Bahasa Mandarin Profesional' se-Asia Tenggara di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Jakarta, Selasa (10/7).

Guru Besar Institut Teknologi Bandung itu mengingatkan para mahasiswa agar rajin belajar serta menguasai bahasa asing. Sebab, di era global penguasaan bahasa menjadi amat penting dan strategis. Dia mengutarakan, secara statistik kini bahasa asing yang paling banyak digunakan ialah Bahasa Mandarin.

Dikatakan, dengan menguasai Bahasa Mandarin dewasa ini, hubungan dengan negara Tiongkok menjadi lebih terbuka dalam merajut kerja sama dan saling pengertian di bidang sosial, budaya, dan ekonomi.

Sementara itu, Rektor UAI, Asep Saifuddin, mengatakan, melaui kegiatan tersebut, UAI akan terus mengembangkan kemampuan pengajaran Bahasa Mandarin di Asia Tenggara.

Menurut Asep, UAI telah mempunyai Program Studi Sastra China pada 2005 yang mana para alumninya tidak saja menguasai Bahasa China juga memberi nilai tambah untuk menjembatani hubungan timbal balik antarkedua negara. Selain itu, UAI juga telah mempunya Pusat Bahasa Mandarin (PBM).

"Saat ini, ada enam PBM di Tanah Air, yang disebut Confusius Institute juga tersebar di berbagai negara, kata Asep.

Adapun enam PBM tersebut berada di UAI Jakarta, Universitas Hasanuddin, Universitas Tanjung Pura, Universitas Maranatha, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Negeri Surabaya.

Pihaknya juga akan membentuk forum rektor enam universitas tersebut, yang bertujuan sebagai wadah saling belajar mengenai pengajaran Bahasa Mandarin. Dia menambahkan UAI telah menjalin kerja sama secara khusus dalam pengembangan PBM bersama Fujian Normal University (FNU).

''Mahasiswa UAI ada yang melanjutkan kuliah Sastra China di Kampus FNU," tukasnya.

Info biaya kursus bahasa mandarin Jakarta Selatan, klik jagomandarin.com

Belajar Bahasa Mandarin Online Gratis (FREE)

Bahasa Mandarin merupakan salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Banyaknya penduduk negara Cina yang tersebar di seluruh dunia membuat bahasa ini penting dipelajari. Terutama bagi mereka yang memiliki relasi, baik personal atau bisnis, dengan orang-orang dari negeri Tirai Bambu tersebut.

Berbeda dengan bahasa Inggris, bahasa Mandarin memiliki huruf yang berbeda. Inilah yang menjadi salah satu alasan sulitnya mempelajari bahasa Mandarin. Kini kamu bisa bernapas lega. Pasalnya beragam aplikasi belajar bahasa Mandarin untuk smartphone menawarkan cara belajar yang seru dan asyik. Dengan begitu, kamu tidak akan kesulitan lagi menghapal huruf Mandarin.

Berikut daftar aplikasi belajar bahasa Mandarin yang bisa kamu coba:

1. Hello Chinese

Hello Chinese merupakan aplikasi belajar bahasa Mandarin yang menggunakan konsep Duolingo. Aplikasi ini menyediakan beragam materi yang disusun secara khusus yang memudahkan kamu belajar.

Melalui aplikasi ini kamu akan mempelajari pengucapan, kata, dan huruf Mandarin satu persatu. Semuanya dikemas dengan menarik dan menyenangkan. Kamu bisa mencoba berlatih menulis huruf Mandarin juga melalui Hello Chinese. Kamu akan dipandu langkah demi langkahnya, sehingga kamu tinggal mengikutinya saja.

Asyiknya, Hello Chinese dapat digunakan secara offline maupun online. Khusus untuk offline, kamu harus mengunduh materi yang ada terlebih dahulu. Baru setelah itu kamu bisa menggunakan Hello Chinese dalam modus offline.

Versi online akan mengunduh sebagian materi, sesuai dengan kemajuan pembelajaran kamu. Artinya, kamu bisa mengulangi pembelajaran yang telah kamu lakukan meski tanpa koneksi internet. Sayangnya, kamu tidak bisa log in menggunakan akun Google. Kamu diharuskan membuat akun baru menggunakan alamat e-mail.

2. Chinese Skill

Chinese Skill bisa menjadi aplikasi alternatif belajar bahasa Mandarin yang asyik. Serupa dengan Hello Chinese, aplikasi ini juga mengambil konsep Duolingo, yaitu penggunanya akan learn by doing.

Materi yang disediakan kurang lebih sama dengan Hello Chinese. Hanya saja aplikasi ini menawarkan fitur Invite Friend. Fitur ini berguna untuk memacu semangat kamu belajar bahasa Mandarin, karena memperlihatkan kemajuan belajar kamu dan teman-teman.

Kelebihan lainnya kamu bisa log in menggunakan akun media sosial atau Google. Dengan begitu kamu bisa menyimpan kemajuan belajar bahasa Mandarin mereka. Selain itu, tampilan Chinese Skill juga terlihat lebih menarik berkat beragam animasi yang dihadirkan.

Sama halnya dengan Hello Chinese, aplikasi ini juga menawarkan fitur offline. Untuk menggunakannya kamu diharuskan mengunduh sejumlah materi yang ada. Menarik, bukan?

3. Learn Chinese Mandarin Phrases

Melalui Learn Chinese Mandarin Phrases, kamu bisa mengetahui beragam ujaran dan kalimat sehari-hari dalam bahasa Mandarin. Beragam ujaran umum tersebut terdiri dari sapaan, percakapan sehari-hari, angka, transportasi, dan lain sebagainya. Untuk memudahkan kamu, semua ujaran dikelompokkan berdasarkan jenisnya.

Setiap kalimat dilengkapi dengan huruf Mandarin, pinyin (pengucapan bahasa Mandarin), serta rekaman suara. Kamu cukup tap kata yang diinginkan, lalu kamu akan mendengar pengucapannya dalam bahasa Mandarin.

Sayangnya, kamu harus membeli versi pro untuk mengakses semua materi Learn Chinese Mandarin Phrases. Versi gratis hanya menyediakan tujuh macam kategori, yaitu Greetings, General Conversation, Numbers, Direction & Places, Transportation, dan Eating Out. Kamu akan mendapatkan 13 kategori sisanya dengan melakukan peningkatan ke versi pro dengan harga Rp58 ribuan.

4. Chinese Fun Easy Learn

Chinese Fun Easy Learn memudahkan kamu untuk menambah kosa kata bahasa Mandarin. Ada ribuan kosa kata yang dapat dipelajari, mulai dari binatang, manusia, pekerjaan, alam, keluarga, kesehatan, dan lain sebagainya. Setiap kata didukung dengan ilustrasi yang menarik untuk memudahkan kamu menghapalnya.

Aplikasi ini menawarkan tiga level yang terdiri atas Beginner, Intermediate, dan Advanced. Setiap levelnya memiliki jumlah kosa kata yang berbeda. Seperti misalnya kosa kata level Beginner yang berjumlah seribu, atau Advanced sebanyak enam ribu kata.

Aplikasi ini cocok digunakan oleh siapa saja, terutama mereka yang ingin belajar bahasa Mandarin dengan mudah dan menyenangkan.

5. Monki Chinese Class (For Kids)

Aplikasi ini dikhususkan bagi anak-anak yang ingin belajar huruf Mandarin. Tampilannya yang atraktif dan kaya akan animasi membuat anak-anak tidak akan bosan memainkannya. Apalagi mereka akan dipandu menulis huruf Mandarin secara step by step.

Setelah selesai, huruf tersebut akan menjelma menjadi objek yang dimaksudkan. Misalnya huruf “da” yang berarti api akan berubah menjadi animasi api setelah selesai. Pengguna bisa memainkan animasi tersebut dengan cara tap pada gambar.

Fitur suara melengkapi semua hal itu. Begitu kamu tap gambar api, suara kobaran api akan terdengar. Sayangnya versi gratis Monki Chinese Class hanya menyediakan setengah huruf Mandarin untuk dicoba. Untuk membuka semuanya, kamu diharuskan membeli versi pro aplikasi ini seharga Rp 42 ribuan.

Mau Jago Mandarin? Klik jagomandarin.com

Kelas Kursus Bahasa Mandarin untuk Dewasa di Jakarta Selatan

Dalam dunia modern seperti sekarang, dunia global menjadikan bahasa asing salah satu hal yang penting dalam berkomunikasi dengan orang lain. Banyak sekali negara-negara yang menjadikan bahasa mandarin sebagai bahasa untama. Bisa dikatakan bahwa dengan menguasai bahasa asing, maka Anda juga dapat dikatakan menguasai dunia. Sebagian besar orang mungkin menganggap bahwa belajar bahasa merupakan hal yang membosankan, bahkan menghabiskan waktu. Hanya dengan menguasai bahasa Inggris yang merupakan bahasa Internasional saja terasa sudah cukup, padahal sebenarnya masih banyak bahasa-bahasa lain yang menarik untuk dipelajari, salah satunya adalah bahasa Mandarin. Apakah belajar bahasa Mandarin itu penting, dan apa saja manfaat belajar bahasa Mandarin?

Manfaat belajar bahasa Mandarin

Belajar mandarin sangat membantu, karena dengan belajar mandarin kita dapat mengenal banyak kosakata, tata bahasa, dan percakapan lainnya. Dengan belajar mandarin pun kita dapat menambah wawasan akan budaya China yang tentunya juga menarik. Bagi Anda yang berencana untuk pergi kuliah di China, bisa berbahasa mandarin merupakan nilai plus, karena sangat membantu untuk bisa berkomunikasi dengan banyak siswa dari mancanegara, dan menambah teman-teman baru.

Orang asing yang belajar bahasa Mandarin di China sering bingung dengan karakter China yang mempunyai begitu banyak guratan, tetapi sebenarnya dengan mempelajari semua ini dapat melatih otak kita Para ahli menunjukkan bahwa usia tiga sampai enam tahun merupakan periode dimana seseorang belajar membaca dan memiliki ingatan yang kuat. Jika anak-anak dilatih terbiasa berbahasa Mandarin semenjak kecil, maka kelak akan sangat mudah bagi mereka untuk mengikuti pelajaran bahasa Mandarin disekolahnya, bahkan meningkatkan kepercayaan diri ketika berkomunikasi dengan teman-teman.

Jaman ini, pengaruh negara China sangat kuat, terutama di dalam dunia bisnis. Budaya Tionghua juga menjadi salah satu tujuan pembelajaran. Selama Anda bisa berbicara bahasa Mandarin, akan terasa lebih mudah untuk mencari pekerjaan, dan gaji Anda berpontensi untuk lebih tinggi. Bepergian ke luar negeri juga akan menjadi sangat mudah karena Anda dapat berkomunikasi dengan mudah dengan penduduk lokal setempat.

Untuk para siswa yang belajar bahasa dianjurkan untuk berusaha keras untuk belajar bahasa Mandarin, karena jika mereka bisa bahasa Mandarin akan sangat membantu masa depan mereka.

Info lebih lanjut, klik jagomandarin.com

Kursus Bahasa Mandarin Anak Jakarta Selatan

Ada peribahasa Tiongkok kuno yang mengatakan, “Pendidikan merupakan sebuah kotak emas, yang akan menjadi sebuah kunci untuk membangun sebuah bangsa, menciptakan pemimpin, dan melatih rakyatnya terampil.”

Berangkat dari peribahasa ini, akhirnya Tiongkok kini memiliki sistem pendidikan yang memiliki keunikan tersendiri, yaitu sistem pendidikan yang mampu membangun suatu peradaban yang praktis sehingga peradaban itu tidak mudah hancur. Makanya, Tiongkok kini terus berkembang dan mengalami berbagai perubahan yang berarti.

Perkembangan Tiongkok dimulai dengan kebangkitan Tiongkok yang drastis mulai tahun 1990-an. Salah satu perkembangan ini terjadi di bidang ekonomi yang sudah sangat berkembang pesar dan sangat dikagumi dunia dan dihormati oleh banyak kalangan, bahkan mampu membuat negara adidaya seperti Amerika sendiri merasa gentar dengan perekonomian Tiongkok.

Belum lagi kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologinya yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yang juga membantu perkembangan pesat dibidang industri komunikasi, komputer, dan berbagai barang elektronik. Perkembangan di industri ini bahkan melahirkan kepercayaan yang beredar di masyarakat yang mengatakan, “Semua barang yang ada di dunia adalah buatan Tiongkok.”

Kemajuan-kemajuan ini, ditambah dengan besarnya jumlah penduduk Tiongkok yang mencapai lebih dari 1.5 miliar jiwa, membuat para investor melihat Tiongkok sebagai lahan investasi yang empuk. Selain itu, pencapaian Tiongkok ini juga membuat Bahasa Mandarin menjadi bahasa internasional kedua setelah Bahasa Inggris.

Fakta bahwa Bahasa Mandarin digunakan oleh lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia membuat penguasaan bahasa ini menjadi amat penting, karena dapat memungkinkan kita untuk berkomunikasi lancar dengan seperlima populasi di dunia.

Era globalisasi telah membuat masyarakat semakin sadar pentingnya mempelajari bahasa asing, termasuk bahasa Mandarin. Kemampuan bahasa asing dijadikan sebagai suatu persiapan demi meningkatkan kompetensi saat memasuki dunia kerja. Kesadaran itu membuat banyak orang Indonesia tertarik kuliah di Tiongkok. Nah, tak ada salahnya belajar bahasa Mandarin demi menambah kemampuan bahasa asing yang dimiliki.

Info lebih lanjut, klik jagomandarin.com

The ‘Long March’ to Learning Chinese: Top 5 Tips

As a non-Asian student in the 1980s who graduated with a B.A. in Chinese language and history, and an M.A. in East Asian Studies focused on classical Chinese literature, I became somewhat of a “curiosity” for family and friends. Back then, China was only just starting to emerge from its isolation in the international community, and my own interest in studying Chinese raised many eyebrows — as if I were pursuing a subject which was way out on the fringe, and had little practical career applications.

When I subsequently began my career in business after completing an M.B.A in the early 1990s, China was already starting to flex its commercial and political muscles on the international stage. However, even then, many of my acquaintances and colleagues still viewed my fluency in Chinese as not much more than an unusual topic for social conversation, and an ability that would enable me to order the best, most authentic food in Chinese restaurants.

That was then, this is now.

In 2013, China’s central and ever-growing role in international political and business affairs is both universally recognized, and constantly making headlines across the world. As a result, recent years have witnessed what can only be described as the full throes of Chinese-language “fever” in the United States. Across our cities, Chinese language programs are rapidly emerging to address the needs of busy business professionals who are looking to fast-track a working competency in Chinese to more effectively build global business relationships. At the same time, Chinese language has become one of the fastest growing subjects in the educational sphere, with primary/secondary schools and colleges across the country rushing to add Chinese to their foreign language teaching rosters. From 1998 to 2009, U.S. college student enrollment in Chinese language classes more than doubled, as did the number of high school students taking the AP Chinese exam during the three year period from 2007-2010. Federally-funded programs such as The Language Flagship have further spurred such growth through the implementation of intensive teaching methodologies and programs available at the K-12 and college/university levels.

Against this backdrop, my own Chinese language fluency has suddenly placed me in the position of a trusted adviser for colleagues and students who are increasingly seeking me out for my input on how to best learn this language. So, from one long-term student of Chinese, to all those who aspire to achieve a working knowledge of this fascinating language, here are my top five insights:

1. Understand that Chinese, while difficult, can also be very easy to learn.

Most people believe that Chinese is one of the most difficult languages in the world. In some senses, this is true. The Chinese writing system is non-alphabetic, comprising thousands of pictographs called “characters,” which need to be studied and internalized through rote memorization and constant reading and writing over a long period of time. Additionally, Chinese is a “tonal” language, meaning that changing the shape of one’s voice over a single syllable can actually generate multiple words with multiple meanings. The most famous example in Mandarin Chinese is the syllable “ma” which, depending on how it is pronounced, might mean “mother,” “hemp,” “horse,” or the verb “to scold.” This is a feature of the spoken language which does not exist in the same form in Western languages, and therefore can pose great challenges to many non-Asian students.

However, what most non-Chinese do not realize is that the language boasts one of the easiest grammars in the world. Sentence structure largely mirrors that of English (subject + verb + object). Verbs exist in a single form, with no conjugations whatsoever. There is no gender, no plural nouns, and while mechanisms do exist to express tense (e.g. past/present/future), they are much simpler than those of any Western language. North American students who are much more familiar with both Spanish and French would instantly find Chinese grammar refreshingly basic, and much more accessible than those languages.

2. Learn Mandarin, not Cantonese.

There are literally hundreds, if not thousands, of regional and local spoken Chinese dialects which have developed over the long period of China’s classical history when transportation was rudimentary, broadcast media non-existent, and most people lived and died within a small radius of their birth places. Although speakers of all Chinese dialects share the same, non-phonetic written language, many of the dialects are mutually unintelligible when spoken, giving rise to the unique ability of Chinese speakers from different regions to write to each other, even when they cannot speak with each other. Among Chinese who have emigrated, the two most common spoken dialects are Mandarin and Cantonese. Historically, Cantonese dominated within the largest Chinese communities in the United States and Canada due to a century of Chinese immigration rooted in the southern Chinese regions of Guangdong (Canton) Province and Hong Kong. However, with the recent massive influx of Mainland Chinese, Mandarin-speaking immigrants in the last 20+ years, Mandarin will soon match, and eventually overtake, Cantonese to become the dominant spoken Chinese dialect in North America.

For non-Chinese seeking to learn the language, Mandarin is the clear choice. Mandarin, the predominant dialect in Northern China, is the official language of politics, education, and media in both Mainland China and Taiwan, and it is one of the four official languages of Singapore. Even in Hong Kong, which historically has been a Cantonese-speaking area, Mandarin use is now ubiquitous since the return of China’s sovereignty in 1997. In Mainland China, the Chinese word for “Mandarin” translates as the “common language,” and outside of the Mainland it is most often referred to as the “national language” — both these terms are indicative of the broad reach which a competency in Mandarin can afford a speaker. Fortunately, for students of Chinese, Mandarin is also arguably the easiest of all the Chinese dialects to learn, owing to a “tonal” structure which is much simpler than that of Cantonese and most other dialects.

3. Speak first, then decide if you need to read and write.

Given the complexity of the Chinese written language, contrasted to the comparative simplicity of the grammar, prospective students of Chinese would do well to focus on learning to speak first, and only then tackle the written language if their studies or business require them to do so. While the tonal character of the spoken language is a challenge, this can be mastered fairly quickly, in contrast to the many years needed to achieve a working familiarity with the several thousand written characters that most educated Chinese adults have learned. Of course, most Chinese language programs simultaneously teach both the spoken and written language. It is up to the individual student to decide where to emphasize his or her needs.

4. If you do decide to write Chinese, consider learning “simplified” characters.

There are two major Chinese writing systems currently in use in the world — “traditional” or “complicated” Chinese characters, and “simplified” Chinese characters. Traditional characters are the characters which evolved from ancient Chinese pictographs, and which have been used throughout most of Chinese history to modern times. Many of these characters are, at the same time, both beautiful and complex, requiring students of Chinese to spend many hours and nights practicing intricate “stroke orders” to properly form words. Beginning in the middle of last century, the government in Mainland China began to promulgate an alternate system of Chinese writing called “simplified” characters in an effort to dramatically increase written literacy throughout the country. For many characters, this system significantly reduces the number of brush or pen strokes required to form specific words, thereby enabling students to more quickly commit the characters to memory.

Today, simplified characters are the official script of both Mainland China and Singapore, while traditional characters are still the norm in Taiwan, Hong Kong, and within most Chinese immigrant communities throughout the world. While I would still encourage students of Chinese who intend to spend many years developing and refining their abilities to begin by learning traditional characters (and only then overlay a knowledge of simplified characters), anyone seeking to accelerate his or her acquisition of the written language would do well to begin with the simplified script.

5. Take your studies seriously.

Unlike many Western languages which share some common linguistic roots with English and which can often be learned fairly quickly with a large amount of self-study, acquiring a basic competency in a language as different from English as Chinese requires a high level of commitment and perseverance. Practically speaking, this means that:

Unless you have an unusual aptitude for learning foreign languages, you probably won’t learn Chinese in a once-a-week, one-hour private session. Rather, start by looking for an established Chinese language program or workshop. Universities and dedicated language schools are a good place to start. Some colleges even offer intensive courses that cram a full year of basic Chinese into 4-8 weeks. Do your homework to find the best program.
If you still seek a tutorial, merely looking for a native speaker of Chinese to study with does not always mean you will obtain the best instruction. Chinese immigrants constitute the single largest Asian American population, representing 3+ million people nationwide, many of whom would be happy to teach new students of Chinese. However, teaching Western students to overcome the unique hurdles of the language is a special skill. If you decide on private lessons, look for a native-speaker with proven professional or private teaching credentials, as well as a roster of former student references.
Finally, practice, practice, practice. The good news is that those 3+ million Chinese Americans are our neighbors. Once you have developed basic conversational skills, go into the top Chinese communities of our country and speak. Order a lunch, buy a book, chit-chat about the weather, or ask for directions — even if you don’t need any! Westerners who have mastered Chinese will also unanimously confirm that real fluency comes only when one has spent some time in a Chinese-speaking region of Asia. So, get ready for your next business trip, take advantage of the many short-term or long-term Chinese language courses available in China, Taiwan, Hong Kong, or Singapore, or just plan a personal or family adventure to Asia.
One of those very famous Chinese sayings says, “A journey of a thousand miles begins with a single step.“ Well, it definitely does not need to take a “thousand miles” to learn Chinese, but now, more than ever, is the time for more Americans to take that first step.

9 Fakta Menarik Bahasa Mandarin

China is the most populated country in the world, and as such, it’s a major player in international industry, economy, and politics. Although you’ve surely heard of (or even visited) Chinese cities like Beijing and Shanghai, do you know anything about the language that’s spoken there? For example, did you know that Chinese has no verb tenses, no distinction between singular and plural, and no alphabet? Here’s a crash course in the world’s #1 most spoken language.

1. One in six people speaks Chinese.

With over a billion native speakers, about 15% of the world’s population speaks Chinese as their mother tongue. That’s more than Spanish, English, French, and German — combined!

2. There is no alphabet.

The Chinese writing system is notoriously difficult for English speakers to master, as it does not contain a segmental alphabet. Instead, it consists of thousands of standalone characters. However, Chinese can be transcribed into Roman characters by using pinyin, removing some of the burden on the learner that comes with memorizing thousands of individual characters.

3. Nouns don’t have a singular/plural distinction.

Unlike English, in which plural nouns are marked with an -s, Chinese nouns retain the same form regardless of whether or not they are in singular or plural form.

4. Different tones can drastically change a word’s meaning.

Chinese is a tonal language, meaning that a word’s pitch can affect its meaning. For example, wǒ xiǎng wèn nǐ — in which “wen” is spoken with a falling pitch — means “I want to ask you”. But wǒ xiǎng wěn nǐ — in which “wen” rises and falls in pitch — means “I want to kiss you”. Yikes — that’s not a mistake you want to make!

5. It’s an official UN language.

Chinese joins English, Arabic, French, Russian, and Spanish as one of the six official UN languages.

How good is your Chinese? Find out with our free online Chinese level test!

6. There are over 20,000 distinct Chinese characters.

The Chinese language contains a vast amount of characters — and some advanced dictionaries place the number is even higher! But rest assured: about 98% of written Chinese consists of the same 2,500 characters, so you can successfully read the newspaper even if you can “only” identify about two or three thousand.

7. Verbs aren’t marked for tense.

Chinese verbs aren’t modified for tense like they are in English and many other languages. Instead, adverbs like “before” and “after” indicate temporal relations. This allows you to focus more on other, more pressing issues, such as memorizing 2,500 different characters.

8. The Chinese writing system is over 3,000 years old.

Of all languages spoken today, Chinese has the most ancient writing system. Indeed, Chinese characters have been found engraved in animal bones that date from 1600 BC! In contrast, the Latin alphabet didn’t originate until almost 1,000 years later, in the 7th century BC.

9. The word “Mandarin” comes from Sanskrit.

The English word “Mandarin” originally referred to an official of the Chinese empire. It comes from the Portuguese word mandarim, which is derived from the Malay word menteri, which in turn originates from the Sanskrit word mantrin, which means “minister”. Among Chinese speakers, Mandarin Chinese is often called Guóyǔ (国语), which means “national language”, or Pǔtōnghuà (普通话), which means “common speech”.

China is a hugely important economic hub, and now you know a little more about the language that’s spoken by a sixth of the world’s population.